MANYCOME.COMBERGABUNGLIHAT PROFILTENTANG KAMIPETA SITUSBOOKMARK US 
Email :
Password :
manycome Biarkan saya
Gratis Bergabung
Lupa Password
Indonesia | English | 简体中文
Konten dewasa nonaktif

Tiga Yana Dalam Ajaran dan Tradisi Buddhis

Minggu, 23 Juni 2013 | 21:57

SURABAYA, INDONESIA, Berita Agama Buddha - Ajahn Sujato lahir dari keluarga Katolik drop out bermain musik (profesional musisi). 1999 ke thailand di Wat Phan Trang, jadi samanera 1994 sekarang menjadi sekretaris Ajahn Brahm.

Pengalaman retret di Thailand pada awalnya belum mengenal meditasi belajar sebagai pemula duduk berjam-jam merasakan sakit pinggang, kaki kesemutan menyadari apa yang sedang terjadi itulah inti ajaran Buddha. Dalam proses retret minggu pertama merasa batin terasa tenang, bahagia padahal sebelumnya belum pernah merasakan.

Cara pengenalan pertama terhadap dharma melalui meditasi bukan buku, ceramah, seni budaya. Beliau membaca Majjhima Nikaya segala sesuatu masuk akal sama seperti yang beliau alaminya. Sampai saat ini beliau hampir 20 tahun belajar meditasi dan mengenal ajaran Buddha. Kemudian beliau diupasampada jadi bhiku di Thailand masih belum memahami tradisi tersebut lalu ke Ipoh Malaysia baru memahami tradisi Buddha-Dharma. Lalu, beliau latihan berjalan di hutan menyadari itulah jalan yang tepat. Inti Budha dharma terdapat di sekte lain contohnya dosa, lobha, moha.

Belajar mengubah kebencian dengan melatih cinta kasih, belajar melepaskan keserakahan dengan berdana, belajar mengubah kebodohan batin dengan pencerahan. Cara ritual, seragam jubah bhante bukanlah yang utama tetapi ajaran sang Buddha adalah penderitaan dan berusaha melepaskan penderitaan tersebut. Makapada awal beliau belajar sutta kemudian belajar di lingkungan yang berbeda tentu dengan bahasa yang berbeda pula. Intinya sama terdapat di semua tradisi atau sekte bahwa hidup adalah penderitaan. Sebagian besar inti ajaran Buddha sama hanya beberapa saja yang berbeda. Sepuluh tahun terakhir ini persiapkan Budha Center lintas sekte.

Beliau melihat kesamaan itu yang diintegrasikannya. Oleh sebab itu bagian yang menarik bagi pemula untuk melihat berrbagai ragam tradisi adalah sama dan saling berkaitan. Di jaman sang Buddha belum ada tradisi Mahayana, Tantrayana, Theravada karena tujuan utamanya melepaskan dan mengakhiri penderitaan. Agama tujuannya membantu manusia untuk melepaskan penderitaan yang mulia Dalai Lama untuk mencapai perdamaian tidak bisa dipakai variasi yang begitu banyak sebagai pengikat kesepakatan dalam agama.

Sang Budha mengajarkan bukan hanya pada murid tapi pada semua guru dengan cara yang sama tidak merubah atau menyuruh berpindah guru tapi tetap berlatih pada gurunya masing-masing bagaimana cara melepaskan penderitaan. Di dalam perjalana beliau ke Surabaya transit di Bali berkesempatan berkunjung ke vihara yang terdapat konteks raja Asoka dengan menghormati dan menghargai agama orang lain bukan menganggap agama sendiri yang benar dan agama lain yang salah.

Kehebatan ajaran Buddha banyak selebritis yang merasakan kebahagiaan padahal mereka bukanlah Buddhis contoh di google ada ruang untuk meditasi jalan meskipun mereka bukan Buddhis tapi lakukan praktek ajaran Buddha agar dalam kerja lebih produktif, kreatif dan bahagia dalam bekerja. Berbagai tradisi membuat kita kebijaksanaan, membawa kebahagiaan dan wawasan luas terhadap penyelesaian problem. Samyak sambudha kebijaksanaannya diturunkan dalam berbagai tradisi sampai saat ini.

Keragaman tradisi jangan membingungkan kita sebagai bukti kekayaan dharma bisa melintasi dunia berbagai budaya, tradisi yang berbeda memiliki nilai universal praktek mengakhiri penderitaan karena keinginan yang membawa kemelekatan hingga saat ini terbukti. Tradisi bukan harga mati yang dipaksakan sama dari generasi ke generasi berikutnya tapi bersifat hidup dan dinamis menyesuaikan praktek misalnya delapan jalan utama sehingga intinya bisa tercapai membebaskan manusia dari penderitaan.

Bhiksu Bhadraphala Sthavira (Suhu Xian Bing)sebagai kepala mudita graha, alumni psikologi klinis Sanata Dharma kemudian melajnutkan S2 di Srilangka. Pengalaman kuliah dengan beda sekte bisa harmonis tanpa melihat perbedaan warna baju tetapi di Indonesia ektremnya sangat besar. Umat Buddhis unik karena kita pergi ke vihara A kita ketemu si A, lalu pergi ke vihara B kita ketemu si A, lalu pergi ke vihara C kita ketemu si A yang mereka rasakan adalah kebahagiaan. Yang bikin bahagia adalah wajah Buddha yang selalu tersenyum dan tak pernah menjumpainya cemberut. Terlihat damai dengan senyuman sang Buddha luar biasa sangat universal tanpa perlu kata-kata dan teori. Mengenal ajaran Buddha melalui berbuat baik itu luar biasa dan tiada henti-hentinya (Bodhi citta. Berbuat baik melalui pikiran karena akan membantu tingkah laku kita lalu muncul kebijaksanaan proses tumimbal lahir. Berbuat baik dari diri sendiri bukan orang lain. Kita menjadi virus untuk menebar perbuatan baik dimana belajar sekecil dengan praktek perbuatan baik itu luar biasa. Keharmonisan membawa kebahagiaan sebagai murid sang Buddha meskipun berbeda sekte. Betapa hebatnya ajaran sang Buddha ibarat segenggam daun di dalam luasnya hutan sangat luar biasa. Terpenting adalah praktek terhadap ajaran Buddha.

Bhiksu Bhadra Ruci ketua vihara Tantrayana Bandung, Sekjen KASI. Isu Triyana di Indonesia agak santer padahal di luar negeri harmonis. Sebenarnya perbedaan tidak ada karena point pentingnya sama. Tiga warna Buddha memutar roda dharma tiga kali yang pertama di Taman Rusa Isipatana, yang kedua di puncak gunung nasar dan ketiga di selatan Vajrayana. Buddha mengajarkan bukalah mata batinmu dan berbuatlah baik kalau ingin memperoleh karma baik. Buddha mengajarkan di dunia karena ada penderitaan. setelah melihat sebab dan jalan keluar dari penderitaan. Muncul maitri lalu mudita lalu tekad agung untuk lepas dari samsara. Kemudian Buddha mengajarkan jalan tol menuju surga. Mahayana keinginan ke sukhavati bertemu Buddha Amitabha bukan dari bahasa paritta maupun warna jubah. Ciri umat Buddhis adalah selalu senantiasa berusaha berbuat baik misalnya belajar satu hari berusaha tak membunuh nyamuk dengan belajar pemahaman tentang bodhi-citta. Janganlah melihat kemurnian batin dengan warna jubah. Kenapa kita membedakan warna jubah dalam ajaran Buddhis? Sejarah 1953 bhante Ashin pulang dari Birma pelopor ajaran Buddha. Budaya yang diajarkan import dari Thailand hari minggu ke vihara menyanyi hanya di Indonesia. Sesuatu yang lucu pencapaian bodhi-citta tanpa metta, karuna, mudita, upekkha itu keliru. Problemnya disini umat Buddhis berselisih paham mengenai perbedaan sekte tersebut.

Indonesia saat ini terjadi banyak problem seperti korupsi, perselingkuhan, perceraian, kekerasan dalam rumah-tangga padahal sikap religiusnya sangat kuat. Bagaimana cara merubah yang kurang baik menjadi lebih baik? Solusinya kalau semua orang mengerti hukum karma tak akan terjadi pembunuhan, kekerasan dalam rumah-tangga tak akan terjadi. Terapkanlah hukum karma dalam keseharian umat kalau mencuri akan menjadi miskin, kalau membunuh akan pendek usia, kalau kita berbohong tak akan dipercaya oleh orang lain.

Artikel SebelumnyaArtikel Berikutnya



| More
| Penulis: sunardisby | Editor: hongsen_w | Dibaca: 132 kali


Komentar

 
 
belum ada komentar atas artikel ini
 
    

Kirim komentar anda
Silahkan login untuk mengirim komentar anda!
Video




Populer hari ini
Beeb Update BBC iPlayer untuk Android
Justin Bieber Jauhi Pengaruh Buruk
Bungkam Barcelona, Madrid Juara Piala Raja
Acara `Roommate` Rilis Kartu Karakter Chanyeol EXO
Heechul SuJu Beberkan Perubahan Diri yang Semakin Matang

Populer minggu ini
Nasi Goreng Omelet Taiwan Hadir di Surabaya
Microsoft Ungkap Preview Windows Phone 8.1
Pelatih Barca: Barcelona Sudah Gagal
Sensor Sidik Jari Segera Hadir di iPad Terbaru
Park Bom 2NE1 Ingin Pamer Bikini di Acara `Roommate`

Paling terkomentari
Heechul SuJu Beberkan Perubahan Diri yang Semakin Matang
Justin Bieber Jauhi Pengaruh Buruk
Beeb Update BBC iPlayer untuk Android
Bungkam Barcelona, Madrid Juara Piala Raja
Acara `Roommate` Rilis Kartu Karakter Chanyeol EXO

Valas
KursValasJualBeli
AUD10,033.049,923.92
EUR12,412.3712,286.35
GBP15,507.7315,350.03
HKD1,248.561,236.02
JPY120.18118.92
SGD7,905.237,824.88
USD9,676.009,580.00
mata uang selebihnya

Indeks
IndeksNilai+ - %
IDX3,986.41 (%)
Shanghai2,033.08-5.43 (-0.27%)
Nikkei 2259,051.220.00 (0.00%)
Hang Seng Index22,111.33 289.46 (1.33%)
TSEC7,210.470.00 (0.00%)
FTSE 1005,868.55 6.63 (0.11%)
DJ EURO STOXX 502,857.610.00 (0.00%)
EURO STOXX 502,547.15 13.28 (0.52%)
CAC 403,492.46 17.06 (0.49%)
S&P TSX12,380.41-119.35 (-0.95%)
S&P/ASX 2004,438.70-21.40 (-0.48%)
BSE Sensex18,755.45 193.75 (1.04%)
Dow Jones11,094.57-1.51
S&P 5001,173.81-4.29
Nasdaq2,435.38-5.85

Tentang news.manycome.com | Info Iklan | Kebijakan Privasi | Syarat Penggunaan | Lowongan | Hubungi Kami
MANYCOME tidak bertanggung jawab atas isi dari situs internet eksternal.
Jaringan : Gosip Artis | Berita Selebriti | Berita Bola | Film Baru | Film Terbaru | Berita Agama | Kriminal | Narkoba | Humanisme | BVN | Agama Buddha
Hot Link : Justin Bieber | Selena Gomez | Kim Kardashian | Rihanna | Megan Fox
Asia Hot Link : Andy Lau | Cecilia Cheung
Indonesia Hot Link : Nikita Willy | Julia Perez | Dewi Persik | Nikita Mirzani | Ayu Ting Ting | iSKUL | Indonesian Idol | Anang | Ashanty | Mulan Jameela | Agnes Monica | Aura Kasih
K-pop Link : Super Junior | Suju | SNSD | 2NE1 | Wonder Girls | Rainbow| Super Junior Donghae | Suju Donghae | Siwon Super Junior | Choi Siwon | Suju Siwon
Sport Celeb : Barcelona | Real Madrid | AC Milan | David Beckham | Lionel Messi
@2010-2012 MANYCOME.com - All rights reserved